SketsaIndonesia.co.id, Garut – Suasana kehangatan dan keceriaan meramaikan acara halal bihalal Keluarga Besar WIAT di kediaman alm. Aki Buloh dan almh. Enin Euis (pupuhu 5), Genteng Pacing, Cibatu – Garut, Selasa, 1 April 2025/2 Syawal 1446 H. Acara yang diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara anggota Keluarga WIAT ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi para anggota keluarga, karena acara halal bihalal tahun ini ke kepengurusan di dijalankan oleh generasi ke tiga.
Halal bihalal ini di hadiri oleh
1. Pupuhu 1 = 25 orang
2. Pupuhu 2 = 5 orang
3. Pupuhu 3 = 25 orang
4. Pupuhu 4 = 5 orang
5. Pupuhu 5 = 5 orang
6. Pupuhu 6 = 34 orang
7. Pupuhu 7 = 15 orang
8. Pupuhu 8 = 10 orang
9. Pupuhu 9 = 11 orang
10. Pupuhu 10 = 5 orang
11. Pupuhu 11 = 5 orang
12. Pupuhu 12 = 5 orang
Acara halal bihalal keluarga WIAT diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan dengan tausiah.
Pupuhu 5 selaku tuan rumah yang diwakili Sulaeman Amir dalam sambutannya mengatakan acara halal bihalal Keluarga Besar WIAT yang diselenggarakan di rumah alm.Aki Buloh ini semoga
berjalan lancar dan sukses, dan meninggalkan kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh setiap anggota Keluarga WIAT, dan semoga tradisi ini tetap terus berlanjut dan menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh keluarga WIAT di masa yang akan datang, ” UcapNya.
Iqbal Muhamad selaku wakil ketua WIAT mewakili Ketua yang berhalangan hadir mengatakan,
Kami sangat bersyukur atas kehadiran seluruh anggota keluarga dalam acara ini. Semoga kebersamaan dan kasih sayang di antara kita semua tetap terjaga dan terus berkembang, jelasnya.
“Semoga Silaturahmi keluarga WIAT bisa terus berjalan kedepannya, serta kembali membangun tali silaturahmi yang kuat dalam Keluarga WIAT, ” Tutup Iqbal.
Djudju Djubaedah selaku Penasehat WIAT juga menegaskan pentingnya silaturahmi dan meminta untuk kedepannya agar hadir tepat waktu.
Keluarga Besar WIAT berkumpul untuk merayakan hari kemenangan setelah kita melaksanakan puasa satu bulan penuh, meningkatkan kebersamaan, persaudaraan, dan tali silaturahmi. Acara halal bihalal juga menjadi momentum yang tepat untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahimi dan membangun kebersamaan yang lebih kuat,” Jelas Djudju Djubaedah.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran seluruh anggota keluarga dalam acara ini.” tambah Djudju Djubaedah.
Sebelum acara ditutup Keluarga WIAT memberikan santunan kepada beberapa anak yatim piatu dari Keluarga WIAT.
Keramaian dan kehangatan acara halal bihalal Keluarga WIAT ini juga terlihat ketika acara pembagian hadiah kameraria, pembagian dorpries dan saweran berupa uang koin yang ada nomor hadiahnya sebagai penutup acara halal bihalal. (*)